Tuesday, January 31, 2017

, , ,

Keselamatan Kerja Dalam Eksperimen Kimia

Keselamatan kerja dalam bereksperimen atau percobaan mesti di perhatikan dengan serius dan harus diprioritaskan. Bukan sekedar ketika bereksperimen/percobaan, tetapi mesti senantiasa setiap waktu memprioritaskan keselamatan (safety first) baik itu didalam ruangan pekerjaan ataupun di luar pekerjaan. Tersebut berikut ini akan diterangkan satu tema kajian yaitu beberapa hal yang perlu di ketahui supaya keselamatan kerja dalam bereksperimen terwujud. Tersebut keterangannya

Keselamatan kerja
Walau begitu menarik, aktivitas uji coba dapat juga membahayakan. Sebelum masuk kedalam lab kima, harus menggunakan perlengkapan APD minilam sepatu safety, jas lab dan masker. Karenanya kita mesti betul-betul mengerti dan dapat memperlakukan alat dan bahan uji coba dengan cara aman, hingga mengecilkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Tersebut disini beberapa hal yang perlu dipahami oleh seorang yang akan lakukan aktivitas uji coba :

1. Alat dan bahan laboratorium
Di dalam laboratorium ada banyak jenis alat dan bahan, dan peralatan laboratorium yang lain. Pengadaan alat dan bahan mesti diperlakukan sesuai sama keperluan. Keperluan alat dan bahan laboratorium didasarkan pada maksud yang akan akan diraih.

Alat yaitu benda yang akan dipakai dalam lakukan aktivitas praktikum, uji coba dan riset. Bahan yaitu benda yang di teliti atau diuji dalam praktikum, uji coba dan riset.

Untuk hindari bahaya dari alat dan bahan yang dipakai saat lakukan praktikum di dalam atau di luar ruang, maka yang harus butuh di perhatikan yaitu sebagian beberapa hal seperti berikut :

a. Lakukan membawa perlengkapan dari kaca dengan sikap vertikal dengan memakai ke-2 tangan dan janganlah dijinjing.
b. Pakai pipet isap untuk mengambil larutan lewat cara tekan karet dan pijitan.
c. Janganlah menengok isi tabung reaksi dari arah lubang, saat atau sesudah dipanaskan.
d. Janganlah menghadapkan mulut tabung reaksi yang tengah atau sesudah dipanaskan kearah badan orang lain.
e. Perhatikan pemakaian alat yang terbuat dari kaca dalam aktivitas pemanasan.
f. Mengerti dengan cara benar dalam memperlakukan beberapa bahan terlebih bahan kimia.
g. Janganlah menempatkan botol yang diisi bahan kimia segera terserang cahaya matahari.
h. Alat yang berputar kuat, mesti ditempatkan di tempat yang kukuh.

2. Beberapa bahan kimia yang berbahaya
Ada beberapa bahan kimia yang beresiko bagi manusia, bhan-bahan kinia itu diantaranya seperti berikut :

a. Aluminium Sulfat (AISO4)
Aluminium sulfat (AISO4) berupa kristal berwarna putih dan larut di air. Aluminium sulfat dipakai sebagai pengganti tawas.
b. Amonia pekat (NH4OH)
Amonia pekat (NH4OH) yaitu larutan pekat gas amonia di air, jika terserang kulit dan mata bisa mengakibatkan iritasi. Dalam bentuk uap bisa mengganggu alat pernafasan. Amonia pekat jika tertelan begitu beresiko.

c. Asam sulfat (H2SO4)
Asam sulfat (H2SO4) yaitu zat cair tidak berwarna, beracun dan begitu korosif. Asam sulfat bisa menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata, dan bisa mengakibatkan kerusakan baju.
d. Asam klorida (HCI)
Asam klorida (HCI) yaitu zat cair, berbentuk korosif dan dalam bentuk uap bisa mengakibatkan kerusakan kulit, mata dan alat pernafasan.

e. Etanol (C2H3OH)
Etanol (C2H3OH) atau alk0h0l berbentuk gampang terbakar dan dipakai sebagai pelarut.
f. F0rmalin 40% (HCHO)
F0rmalin 40% (HCHO) berbentuk toksin, baik berwujud cair ataupun gas. F0rmalin dipakai untuk membunuh hama.

g. Klorofom (CHCI3)
Klorofom (CHCI3) yaitu zat cair tidak berwarna dan berbentuk toksin. Klorofom dipakai sebagai 0bat bius dalam laboratorium.
h. Metilen biru
Metilen biru berwujud padat warnanya biru tua. Bahan kimia ini dipakai sebagai pewrnaan inti sel.

i. Natrium hidroksida (NaOH)
Natrium hidroksida (NaOH) yaitu zat padat berwarna putih, gampang menyerap uap air, hawa, berbentuk toksin dan korosif. Natrium hidroksida (NaOH) termasuk juga bahan beresiko yang bisa mengakibatkan luka bakar pada kulit dan mata.
j. Kobalt klorida (CoCI6H2O)
Kobalt klorida (CoCI6H2O) berwujud kristal berwarna merah, begitu gampang menyerap air dan bisa mengikat uap air. Kobalt klorida (CoCI6H2O) dipakai untuk menguji kelembaban hawa.

k. Natrium klorida (NaCI)
Natrium klorida (NaCI) yaitu zat padat berwarna putih dan berupa kristal. Natrium klorida (NaCI) dimaksud dengan juga garam dapur.

 3. Prosedur umum pemakaian bahan kimia
Saat bekerja memakai bahan kimia, upayakan ikuti prosedur-prosedur manfaat terlepas dari hal yg tidak dikehendaki. Oleh karenanya, keselamatan kerja di dalam bereksperimen/percobaan mesti diprioritaskan. Simak dan perhatikan prosedur di bawah ini :

a. Janganlah menyentuh, membau atau mencicipi bahan kimia apa pun. Sebagian bahan kimia memiliki kandungan toksin.
b. Jika menginginkan membau, maka janganlah mendekatkan hidung pada bahan kimia atau pada mulut botol, namun kipaskan tangan pada botol yang sudah di buka terlebih dulu.
c. Janganlah mencampurkan bahan kimia dengan asal-asalan karena bisa menyebabkan reaksi yang beresiko seperti ledakan dan terbakar.
d. Ambillah bahan kimia seperti yang sudah diperintahkan oleh guru. Untuk hindari satu bahan tercampur dengan bahan lain. Pakai alat yang tidak sama untuk mengambilnya. Janganlah memasukkan bahan kimia yang sudah digunakan ke tempat aslinya.
e. Jika mengencerkan bahan kimia asam, larutkan bahan itu ke air. Janganlah memasukkan air dalam bahan kimia asam.
f. Pakai bahan kimia asam dan basa dengan hati-hati karena bahn itu bisa menyebabkan luka pada kulit dan berbentuk mengakibatkan kerusakan.
g. Jika ada bahan kimia asam yang terpercik pada kulit, selekasnya bersihkan pada air yang mengalir dan laporkan pada guru.

4. Prosedur umum Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Prosedur umum pada P3K diantaranya yaitu seperti berikut :
a. Laporkan selekasnya jika berlangsung kecelakaan kecil walaupun sekecil apa pun pada guru.
b. Pertolongan yang dikerjakan sesuai dengan jenis kecelakaan yang berlangsung. Jenis kecelakaan dan perlakuannya.

5. Prosedur umum sesudah lakukan percobaan
Sesudah usai lakukan percobaan dilaboratorium, maka langkah setelah itu yang perlu dikerjakan yaitu:
a. Kembalikan alat laboratorium dan bahan kimia ke tempat awal mulanya.
b. Bersihkan kembali meja kerja anda.
c. Buanglah semuanya sampah dan bahan yang sudah dipakai ke tempat pembuangan yang sudah disiapkan.
d. Bersihkan bersih tangan anda sesudah bekerja dilaboratorium.
e. Janganlah lupa tutup keran air, mematikan gas atau api dan melepas alat-alat listrik dari sumber listrik.

Sekian kajian tentang keselamatan kerja dalam uji coba.

0 comments:

Post a Comment